Alur Cerita Lengkap Film Wicked (2024)
Prolog: Perayaan di Negeri Oz
Film Wicked dimulai dengan perayaan besar di Negeri Oz, di mana para warga Munchkin merayakan kematian Penyihir Jahat dari Barat. Kota Emerald dipenuhi dengan sorak-sorai dan lagu kemenangan, sementara balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Di tengah keramaian, Glinda sang Penyihir Baik dari Utara (Ariana Grande) tiba dengan anggun di dalam gelembungnya yang berkilauan.
Seorang anak kecil bertanya kepada Glinda bagaimana Penyihir Jahat dari Barat menjadi begitu jahat. Pertanyaan ini membawa Glinda kembali ke masa lalu, ke hari-hari ketika ia masih menjadi seorang gadis biasa bernama Galinda dan saat pertama kali bertemu dengan Elphaba (Cynthia Erivo), gadis yang kelak menjadi Penyihir Jahat dari Barat.
Babak 1: Masa Muda di Universitas Shiz
Di sebuah keluarga bangsawan di Munchkinland, lahirlah seorang bayi perempuan bernama Elphaba. Namun, karena peristiwa misterius yang melibatkan ramuan sihir dan seorang pria asing yang ditemui ibunya, bayi itu lahir dengan kulit hijau zamrud. Keanehan ini membuatnya dikucilkan oleh keluarganya, terutama oleh ayahnya, Gubernur Thropp, yang lebih menyayangi adiknya, Nessarose, seorang gadis cantik yang terlahir lumpuh.
Ketika Elphaba dan Nessarose dikirim ke Universitas Shiz, Elphaba hanya bertugas mengurus adiknya. Namun, pada hari pertama di kampus, kekuatan magisnya terlihat saat ia secara tidak sengaja meledakkan meja di aula makan. Kejadian itu menarik perhatian Madame Morrible, seorang dosen yang memiliki hubungan dekat dengan Penyihir Oz. Madame Morrible segera melihat potensi Elphaba dan menjanjikan bahwa suatu hari ia akan membawanya ke Kota Emerald untuk bertemu dengan Penyihir Oz.
Di kampus, Elphaba dipasangkan sekamar dengan Galinda, gadis populer yang glamor dan ambisius. Pada awalnya, keduanya saling membenci. Galinda sering mengejek penampilan dan sikap Elphaba yang serius, sementara Elphaba melihat Galinda sebagai gadis dangkal dan egois. Namun, hubungan mereka mulai berubah ketika Galinda tanpa sengaja memberi Elphaba sebuah topi runcing hitam sebagai hadiah lelucon saat pesta dansa kampus.
Pada malam yang sama, Elphaba menghadiri pesta tersebut mengenakan topi itu. Awalnya, ia merasa dipermalukan, tetapi dengan dorongan hati, ia mulai menari sendiri. Melihat keberanian Elphaba, Galinda merasa bersalah dan menari bersamanya. Dari sinilah persahabatan mereka mulai tumbuh.
Galinda kemudian mengubah namanya menjadi "Glinda" sebagai tanda solidaritas dengan Elphaba, dan mereka mulai berbagi rahasia satu sama lain. Sementara itu, Elphaba semakin tertarik pada seorang siswa tampan dan pemberontak bernama Fiyero Tigelaar, yang juga menarik perhatian Glinda.
Babak 2: Konspirasi di Negeri Oz
Suatu hari, Elphaba dan Dr. Dillamond, seorang profesor kambing yang bisa berbicara, menemukan bahwa semua hewan di Oz mulai kehilangan suara mereka secara misterius. Beberapa bahkan menghilang tanpa jejak. Dr. Dillamond memperingatkan Elphaba tentang ancaman besar yang terjadi di Negeri Oz.
Ketika Dr. Dillamond secara tiba-tiba diberhentikan dari universitas oleh para pejabat kerajaan, Elphaba mulai curiga bahwa sesuatu yang jahat sedang terjadi di balik layar pemerintahan Penyihir Oz.
Tak lama kemudian, Elphaba menerima undangan dari Penyihir Oz di Kota Emerald. Bersama Glinda, ia melakukan perjalanan ke sana dengan penuh harapan. Setibanya di Istana Penyihir, mereka disambut dengan megah oleh Penyihir Oz (Jeff Goldblum), seorang pria tua yang tampak ramah dan bijaksana. Ia mengklaim bahwa ia hanya ingin membantu Elphaba mengembangkan kekuatannya.
Penyihir Oz meminta Elphaba untuk membaca mantra dari sebuah kitab sihir kuno bernama Grimmerie. Ia menunjukkan seekor monyet bernama Chistery dan meminta Elphaba untuk menguji sihirnya dengan buku itu. Tanpa sengaja, Elphaba mengutuk Chistery sehingga ia tumbuh sayap dan berubah menjadi makhluk setengah monyet-setengah burung.
Saat itulah Elphaba menyadari bahwa Penyihir Oz sebenarnya bukanlah penyihir sejati—ia hanyalah seorang penipu yang menggunakan tipu muslihat untuk memerintah Oz. Ia yang telah menciptakan aturan bahwa semua hewan harus dikurung agar tidak bisa berbicara, dan kini ia berencana menggunakan kekuatan Elphaba untuk memperkuat cengkeramannya atas negeri tersebut.
Marah dan merasa dikhianati, Elphaba melarikan diri dengan Grimmerie dan menyatakan bahwa ia tidak akan tunduk kepada Penyihir Oz. Madame Morrible, yang juga ada di istana, dengan cepat menyebarkan propaganda bahwa Elphaba adalah penyihir jahat yang mengancam kestabilan Oz.
Saat ia berusaha kabur, Elphaba mempelajari mantra baru yang membuatnya bisa terbang menggunakan sapu. Dengan mengenakan jubah hitam dan topi runcing yang dulu diberikan Glinda, ia terbang meninggalkan istana. Momen ini diiringi dengan lagu Defying Gravity, simbol pembebasan diri Elphaba dari penindasan dan pilihannya untuk melawan kekuatan yang berkuasa.
Babak 3: Perseteruan dan Pengkhianatan
Elphaba bersembunyi di Hutan Barat dan mulai membantu para hewan yang tertindas. Namun, di Kota Emerald, Penyihir Oz memanipulasi Glinda, yang masih ingin mempertahankan reputasinya. Ia membuat Glinda menjadi penasihat kerajaan dan menggunakannya untuk membenarkan pengejaran terhadap Elphaba.
Sementara itu, Fiyero, yang telah jatuh cinta pada Elphaba, meninggalkan tugasnya sebagai kapten penjaga kerajaan untuk bergabung dengannya. Ia membantu Elphaba menyelamatkan para hewan yang masih tersisa.
Namun, Madame Morrible menyusun rencana licik dengan menggunakan Nessarose, adik Elphaba. Ia memberikan sepatu ajaib berwarna merah kepada Nessarose sebagai tanda bahwa ia adalah penguasa baru Munchkinland. Namun, tanpa sepengetahuan Nessarose, Morrible menyebarkan rumor bahwa Elphaba telah mengutuk adiknya.
Ketika Elphaba kembali ke rumah untuk melihat Nessarose, ia menemukan bahwa adiknya marah kepadanya. Nessarose menyalahkan Elphaba atas kehidupannya yang sulit dan keadaannya yang lumpuh. Dalam keputusasaan, Nessarose mencoba menggunakan Grimmerie untuk mengembalikan kakinya, tetapi tanpa sadar ia justru menyebabkan kematiannya sendiri.
Saat Glinda tiba di tempat kejadian, ia menuduh Elphaba sebagai penyebab kematian Nessarose. Kemarahan dan kesedihan membuat mereka akhirnya bertarung satu sama lain, bukan dengan sihir, tetapi dengan kata-kata yang menusuk hati.
Di saat yang sama, Fiyero mencoba menyelamatkan Elphaba tetapi tertangkap oleh pasukan Penyihir Oz. Untuk menyelamatkan Fiyero dari eksekusi, Elphaba menggunakan sihir untuk mengubahnya menjadi orang-orangan sawah, dengan harapan ia akan tetap hidup meski dalam wujud yang berbeda.
Babak 4: Akhir Tragis dan Harapan Baru
Elphaba, kini dalam persembunyian, sadar bahwa ia tidak bisa terus melawan sistem sendirian. Saat pasukan Penyihir Oz mengepungnya, ia berpura-pura mati dengan menggunakan sihir, meninggalkan topi dan jubahnya.
Glinda, yang akhirnya mengetahui kejahatan sebenarnya dari Penyihir Oz dan Madame Morrible, memutuskan untuk mengambil alih. Ia mengusir Penyihir Oz dari istana dan menangkap Madame Morrible.
Namun, ketika semua orang mengira Elphaba telah mati, adegan terakhir menunjukkan bahwa ia masih hidup. Dalam kegelapan, ia bertemu dengan Fiyero, yang kini telah berubah menjadi orang-orangan sawah. Keduanya berjanji untuk pergi jauh dari Oz dan menjalani kehidupan baru bersama.
Sementara itu, Glinda tetap di Kota Emerald untuk memimpin Oz ke arah yang lebih baik, membawa harapan baru bagi negeri itu.
Kesimpulan
Film Wicked bukan hanya sekadar kisah asal-usul Penyihir Jahat dari Barat, tetapi juga kisah persahabatan, pengkhianatan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Dengan visual yang spektakuler, musik yang memukau, serta penampilan luar biasa dari Cynthia Erivo dan Ariana Grande, Wicked membawa penonton ke dalam petualangan yang penuh emosi dan keajaiban.



Komentar
Posting Komentar